Sabtu, 25 Januari 2014

Tulisan ini saya awali dengan cuplikan seorang Pramono Anung W yang membuat prediksi biaya seorang aggt DPR ke Senayan di 2014 akan berkisar 6 milyar sampe 10 Milyar  . . . lihat di

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo memprediksi biaya kampanye caleg untuk pemilu 2014 akan naik. Setidaknya, rata-rata satu setengah kali lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan pada pemilu 2009. . . . terbitasn 3 Des 2013 



REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Wakil Ketua DPR Pramono Anung Wibowo memprediksi biaya kampanye caleg untuk pemilu 2014 akan naik. Setidaknya, rata-rata satu setengah kali lebih tinggi dibandingkan dengan biaya yang dikeluarkan pada pemilu 2009.
"Tahun depan biaya kampanye seorang caleg akan naik rata-rata satu setengah kali lipat," kata Pramono di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (3/12).
Menurut Pramono, minimal biaya yang dikeluarkan seorang calon anggota DPR sebesar Rp 300 juta. Paling besar, Rp 6 miliar. Biaya paling kecil tersebut dikeluarkan oleh mereka yang punya modal sosial tinggi seperti artis dan aktivis. Sedangkan biaya paling besar akan dikeluarkan oleh mereka dari kelompok pengusaha yang modal sosialnya rendah.
Pada tahun depan diperkirakan rata-rata biaya kampanye akan mencapai Rp 4,5 miliar. Yaitu, dengan asumsi rata-rata biaya kampanye pada 2009 mencapai Rp 3,3 miliar.
Menurut Pramono, fenomena mahalnya biaya kampanye tidak lepas dari sistem pemilu proporsional terbuka. Ini membuat caleg tidak saja bersaing dengan calon partai lain. Namun juga berhadapan dengan caleg sesama partai sendiri.

Anggota Dewan yang terpidana  dalam kasus korupsi Zulkarnaen

 terseret kasus korupsi di KeMendik



Wa Ode menjadi terdakwa dalam kasus suap alokasi Dana Penyesuaian Infrastruktur Daerah (DPID) tahun anggaran 2011 dan tindak pidana pencucian uang berdasarkan laporan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) yang menemukan sejumlah transaksi mencurigakan dalam rekening Wa Ode.







Anggota DPR dari kalangan artis

Eko Patrio: Anggota DPR artis tak ada yang korupsi


Dia pun menegaskan, justru artis-artis yang duduk di Senayan mampu memberikan warna dan vokal. Eko menyatakan, artis yang duduk di DPR bisa dikatakan bagus dibandingkan dengan anggota DPR lainnya. Seperti halnya Nurul Arifin, Tantowi Yahya, Rieke Diah Pitaloka, Eko Patrio dan lain-lain


dan kita lanjutkan dengan tulisan Adhi Masardi berikut







Tidak ada komentar:

Posting Komentar